Minggu, 30 Maret 2008

galeri maisatul

they kiss again

Penuh Adegan Ciuman, They Kiss Again Tetap Puncaki Rating
By plinplan on January 25th, 2008 @ 11:01:23
Taiwan - Meskipun sempat diprotes karena dianggap terlalu vulgar, para produser dan sutradara They Kiss Again (serial yang saat ini sedang begitu digemari di Taiwan) nampaknya tidak terpengaruh.
Buktinya paska adegan ciuman antara Jiang Zhi Shu dan Yuan Xian Qin yang begitu menghebohkan, mereka kembali menghadirkan serupa antara Ariel Lin dan Joe Cheng tersebut. Tidak main-main, adegan itu dilakukan di sebuah ruang operasi saat kedua tokoh sedang bertugas.
Sesuai dengan judulnya, adegan ciuman di They Kiss Again ada hampir di setiap episode. Bahkan menurut sutradara Qu Youning, beberapa diantaranya adalah hasil improvisasi (alias tidak ada di naskah) dari Ariel dan Joe.
Entah ada hubungannya atau tidak, yang pasti serial tersebut masih menjadi tontonan ouxiangju nomor satu di Taiwan dengan perolehan rating yang cukup mencengangkan. Keruan saja, hal tersebut membuat para kru bergembira dan merayakannya bersama-sama.
Bahkan, Ariel yang baru saja kembali ke Taiwan usai syuting Legend of Condor Heroes sempat 'dikerjai' dengan diminta untuk meminum arak putih berkadar alkohol tinggi saat merayakan akhir syuting They Kiss Again.
Keruan saja, perempuan kelahiran 1982 tersebut, yang dikenal tidak tahan dengan minuman beralkohol meski kadarnya rendah sekalipun, langsung pusing meski 'baru' meminum tiga cangkir kecil. Tidak cuma itu, Ariel juga sambil bercanda berteriak minta ampun dan memohon supaya tidak disuruh minum lagi.
Jangan lupa lho, tanggal 1 hingga 3 Februari, para pemeran They Kiss Again bakal mengunjungi Jakarta. Pastikan kamu tidak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan Joe dan Ariel dari dekat………….(chinatimes/asianfanatics/michhh/mdL)

budaya indonesia

Pokok � Pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara

Summary rating: 1 stars 1 Tinjauan
Pengarang : FUAD HASAN
Ringkasan oleh : NasrulAzwar
Kunjungan: 19
Diterbitkan di: Februari 29, 2008
Membahas berbagai ihwal tentang kebudayaan sebagai perekat kehidupan bersama jelas tidak mungkin terselesaikan dalam satu persidangan. Banyak segi dalam kehidupan bersama yang memantulkan unsur budaya, dari penampulan perilaku manusia yang sederhana hingga yang majemuk. Tidak terlalu keliru kiranya kalau kita katakan, bahwa kebudayaan meresapi perilaku warga masyarakat yang menjadi pengemban kebudayaan (culture bearers) yang bersangkutan. Dalam hubungan inilah kebudayaan dapat dianggap sebagai perekat kehidupan bersama, bukan karena persamaan kepentingan (common interest) sesaat belaka, melainkan karena persamaan nilai-nilai (shared values) sebagai acuan perilaku dalam kehidupan bersama itu. Maka lebih dari sekedar perekat kebersamaan yang bersifat sementara, kebudayaan berdaya sebagai daya penggalang (rallying forces) bagi terwujudnya kebersamaan sebagai ke-Kita-an dalam kehidupan bermasyarakat.Dalam pluralisme tersebut menjelmalah bentuk-bentuk kebersamaan yang bersifat ke-Kami-an; konfigurasi dalam keanekaan itu menghayati kebersamaan masing-masing sebagai ke-Kami-an dengan budayanya yang khas. Berbeda dengan ke-Kita-an yang selalu bersifat inklusif, kebersamaan bebentuk ke-Kami-an memiliki ciri eksklusivisme; ke-Kami-an seolah-olah memiliki demarkasi yang cenderung menempatkan �siapa yang asing� di luar batas eksistensinya. 3) Dalam menyusun rencana dan mengelola kebijakan tentang pembangunan bangsa umumnya dan pengembangan budaya khususnya, pluralisme termaksud merupakan kenyataan hidup (living reality) yang tidak mungkin diabaikan, bahkan perlu dihormati sebagai ramuan dasar untuk membangun kemanunggalan sikap dan perilaku kita sebagai pengemban kebudayaan dan kebangsaan Indonesia. Ke-Kami-an tidak berarti pengucilan dari kebersamaan yang bersifat ke-Kita-an, Begitulah misalnya apa yang digambarkan oleh para pemuda di tahun 1928, yaitu betapa para pemuda Indonesia melampaui sekat-sekat ke-Kami-an (kedaerahan, kesukuan, keagamaan) hingga menyatu sebagai ke-Kita-an (Indonesia). Sebagaimana telah dikatakan di atas, yang terjadi bukanlah proses abstraksi atau generalisasi dari berbagai ke-Kami-an yang menjadi satu ke-Kita-an, melainkan suatu transendensi dari ke-Kami-an menjadi satu ke-Kita-an. Ke-Kita-an yang terbentuk tidak menafikan ke-Kami-an yang menjadi konstitusinya. Dalam suasana demikian itu kebhinekaan budaya Nusantara niscaya tidak berfungsi sebagai kekayaan nasional (national treasure) yang bisa berfungsi sebagai perekat kebersamaan bagi terwujudnya satu ke-Kita-an Indonesia. 7) Sementara kita membahas masalah kebhinekaan budaya Nusantara Indonesia, tidak pula dapat kita abaikan bahwa apapun yang digambarkan sebagai kebudayaan Indonesia tidak terlepas dari kebhinekaan budaya masyarakat manusia sejagad. Pertemuan antarabudaya dalam pergaulan antarbangsa tidak hanya terjadi sejak orang ramai berbicara tentang globalisasi sebagai gejala yang tengah melanda dunia.Dalam rentangan antara kedua daya inilah menjelma peradaban (civilization) sebagai hasil dari apa yang dilestarikan dan apa yang ditinggalkan sebagai acuan perilaku masyarakat pengemban budaya yang bersangkutan. 9) Bekerjanya dua daya Yang bertentangan itu merupakan semacam paradoks yang tidak mungkin kita hindari dalam usaha pengembangan kebudayaan umumnya, baik pada tataran lokal maupun nasional, bahkan global.Dalam hubungan ini kita perlu menemukan apa yang cenderung berkembang sebagai kecenderungan gaya hidup di masa mendatang. Sangat boleh jadi kita akan menyaksikan perubahan orientasi nilai-nilai yang terkadang mendasar dan tidak mudah disesuaikan dengan sistem nilai yang berlaku. Kita mungkin sekali akan menghadapi perubahan orientasi nilai-nilai, dari yang sekedar yang berupa pergeseran (shift) atau mungkin juga yang bersifat persenketaan (conflict), bahkan tidak mustahil yang menggejala sebagai perbentuan (clash).

mengatasi sakit panas

Madu Sawda
AL-HABBATUS SAUDA? adalah sejenis rumput yang berwarna hitam dan bermusim tahunan dan ia termasuk dalam jenis Nigelle Lan Ramunculus. AL-HABBATUS SAUDA? tumbuh di Mesir dan di negara-negara Laut Tengah dan India.RASULULLAH S.A.W. bersabda ?Sesungguhnya AL-HABBATUS SAUDA? boleh menyembuhkan segala penyakit kecuali al-sam?. Saya bertanya, ?Apakah al-sam itu?? Baginda menjawab, ?Al-sam ialah maut? ? Hadith Riwayat Bukhari. Terdapat 14 hadith sahih lain yang meriwayatkan kebaikan AL-HABBATUS SAUDA?.
HARGA: RM49.80 (USD14.70)
Sifat-sifat AL-HABBATUS SAUDA? ialah pedas rasanya, kering, boleh membuang kelenjar dan angin dari tubuh, selain boleh melancarkan haid wanita yang bermasalah. Ia juga boleh bertindak seperti bom untuk menghancurkan batu karang yang ada pada buah pinggang dan tempat berkumpul kencing.?AL-HABBATUS SAUDA? manfaatnya banyak sekali, antara lain untuk menghilangkan angin dan menyembuhkan cupak, bahkan ia boleh mengatasi sakit panas-dingin, membuka rongga yang tersumbat, membersihkan perut besar, melancarkan air kencing, melancarkan haid dan air susu ibu.?AL-HABBATUS SAUDA? berfungsi menguatkan sistem ketahanan badan semulajadi yang sedia ada di dalam badan kita. Kandungan yang lengkap di dalam AL-HABBATUS SAUDA? membantu menguatkan sistem imun dari penyakit. Ia juga mengandungi hormon yang lengkap untuk menambah kecergasan mental, seksual dan pelbagai aktiviti. Disamping itu, ia melancarkan perjalanan darah dan membantu ke arah penyembuhan semulajadi.
AL-HABBATUS SAUDA? Insya-Allah dapat menyembuhkan penyakit seperti:- Membuang angin, menghapuskan cacing, lelah/asma, alahan (allergic)- Paru-paru berair, ulser, buasir- Lumpuh sebelah badan, sakit buah pinggang, bisa hati- Sembelit, sejuk badan, sakit mata, sengal badan, gout, gigitan binatang bisa, kahak/lendir, darah tinggi, sakit puan, haid tidak teratur, senggugut, keputihan berlebihan, barah payudara dan rahim, selepas bersalin, sakit jantung, berak berdarah- Kencing manis, kerap membuang air kecil dan sering berasa dahaga, lemah badan, sejuk kaki dan tangan, rahim tidak subur, resdung, selsema kurang deria bau- Luka dalam perut, penyakit kulit, menghaluskan kulit, kudis kelemumur, gatal-gatal kepala, mengimbangkan paras gula dalam darah, sukar tidur malam (insomnia), sering pening kepala (migraine), kemandulan, menghancurkan batu karang, membuang kolesterol, sakit kunging, kabur penglihatan, gastrik, buang air kecil tidak lawas, awet muda, memulihkan dan menambahkan tenaga batin dan sebagainya.

cara belajar yg baik

Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
Navigation
halaman depan
forum komunitas
ilmu pengetahuan
artikel bebas
karir dan pekerjaan
modus kejahatan
profil tokoh
resep masakan
televisi dan video
tips umum
transportasi
lain lain
english
lirik lagu
teknologi
direktori web
informasi produk
Login Pengguna
Username: *
Password: *
Create new account
Request new password
Topik Forum Aktif
help me about ekonomi mikro
Di Mana Situs Web Download Lagu-lagu MP3?
Bantu saya cari kerja donk....
kenapa banyak forum yg menjelek-jelekkan indonesia sih????!!!!!
Ormas Agama Islam Radikal
Tugas Membuat Karangan Tentang Teori Tabungan?
more
Cari di Organisasi.Org
Masukkan istilah pencarian Anda

Web
organisasi.orgKirim formulir pencarian
Homeartikel bebastips umum
Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Ujian / Ulangan Pelajaran Sekolah Bagi Siswa SD, SMP, SMA Serta Mahasiswa
Sun, 06/05/2007 - 10:48pm — godam64
Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar KelompokBelajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari PelajaranBagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang BaikUntuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam BelajarApabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan DitanyaJika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar Dengan Serius dan TekunKetika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar BerlebihanJika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan UjianHindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.

Rabu, 19 Maret 2008

dampak keadaan

Makna Pergaulan BebasOpini January 12th, 2006
Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan lain-lain. Memang istilah ini diadaptasi dari budaya barat dimana orang bebas untuk melakukan hal-hal diatas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal tabu sehingga sering kali kita mendengar ungkapan “jauhi pergaulan bebas”.Sebenarnya makna pergaulan bebas tidak sebatas itu. Saya jadi ingat sewaktu masih kecil, sekitar umur 12 tahun. Pada suatu malam kami sekeluarga makan diluar. Kebetulan di restoran itu ada satu keluarga ekspatriat yang juga ingin bermakan malam bersama. Pada waktu itu saya baru mengenal bahasa inggris. Saya mendengar dengan cermat percakapan yang sedang berlangsung di meja para ekspatriat tersebut. Salah satu dari mereka masih seumuran saya dan dia memanggil ayahnya dengan kata “you“. “Loh, bukankah you itu artinya kau atau kamu atau anda. Koq sangat tidak sopan betul anak ini?”, begitu pikir saya saat itu.
Saya langsung menanyakan hal ini kepada ayah saya. Dan katanya orang bule memang begitu, menyebut lawan bicara kalau tidak pake “you” ya pake nama. Setelah beranjak dewasa dan sering menonton film-film barat, saya juga sering memperhatikan di film-film itu ada percakapan antara anak-anak dan orang dewasa dengan kasus yang sama. Kadang-kadang stasiun televisi sampai mengganti kata “you” dengan kata “ayah” misalnya, atau “paman” untuk menyesuaikan dengan budaya kita.
Kasus diatas merupakan salah satu bentuk dari pergaulan bebas dimana usia bukanlah menjadi pembatas. Seperti pada film “Pay It Forward”, Trevor (Haley Joel Osment) memanggil gurunya Mr. Simonet (Kevin Spacey). Tapi di luar jam sekolah dia memanggilnya Eugene. Menurut saya ini adalah sesuatu yang positif untuk membangun hubungan yang akrab dan baik. Tanpa adanya batasan usia sehingga yang muda tidak sungkan dengan yang lebih tua dan yang tua tidak perlu jaim dengan yang muda.

dampaknya lingkungan

Dampak dari Pergaulan Bebas

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.
Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.
Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;
Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.
Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Risiko AborsiAborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.
Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;- Kematian mendadak karena pendarahan hebat.- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).- Kanker hati (Liver Cancer).- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.
Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.
Namun disadari, masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.
Nilai PancasilaSebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;Pertama, Faktor agama dan iman.Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan.Keempat, Perubahan Zaman.
Nilai AgamaFirman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” ( QS 17:31 ). Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.
Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32 )
Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)
Nilai Yuridis/HukumDalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.
Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun.
Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.
KesimpulanTelah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi, bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan, dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.
Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 4.000.000,-, berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 32.000.000,-. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama, jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut.
Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut.

dampak kecanduan narkoba

Gejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang Berlebihan
1. Opiat (heroin, morfin, ganja)- perasaan senang dan bahagia- acuh tak acuh (apati)- malas bergerak- mengantuk- rasa mual- bicara cadel- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)- gangguan perhatian/daya ingat
2. Ganja- rasa senang dan bahagia- santai dan lemah- acuh tak acuh- mata merah- nafsu makan meningkat- mulut kering- pengendalian diri kurang- sering menguap/ngantuk- kurang konsentrasi- depresi
3. Amfetamin (shabu, ekstasi)- kewaspadaan meningkat- bergairah- rasa senang, bahagia- pupil mata melebar- denyut nadi dan tekanan darah meningkat- sukar tidur/ insomnia- hilang nafsu makan
4. Kokain- denyut jantung cepat- agitasi psikomotor/gelisah- euforia/rasa gembira berlebihan- rasa harga diri meningkat- banyak bicara- kewaspadaan meningkat- kejang- pupil (manik mata) melebar- tekanan darah meningkat- berkeringat/rasa dingin- mual/muntah- mudah berkelahi- psikosis- perdarahan darah otak- penyumbatan pembuluh darah- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali- distonia (kekakuan otot leher)
5. Alkohol- bicara cadel- jalan sempoyongan- wajah kemerahan- banyak bicara- mudah marah- gangguan pemusatan perhatian- nafas bau alkohol
6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)- bicara cadel- jalan sempoyongan- wajah kemerahan- banyak bicara- mudah marah- gangguan pemusatan perhatian
Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif
a. Fisik- berat badan turun drastis- mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman- tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan- buang air besar dan kecil kurang lancar- sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. Emosi- sangat sensitif dan cepat bosan- bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang- emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya- nafsu makan tidak menentu
c. Perilaku- malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya- menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga- sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam- suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang- selalu kehabisan uang- waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya- takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi- sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”- sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat- sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan- mengalami jantung berdebar-debar- sering menguap- mengeluarkan air mata berlebihan- mengeluarkan keringat berlebihan- sering mengalami mimpi buruk- mengalami nyeri kepala- mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

Kamis, 13 Maret 2008

saya baru belajar membuat blogger(blogspot)